Terima kasih saya ucapkan kepada pemkab ponorogo dan kec.NGRAYUN yang telah mengalokasikan dananya untuk perbaikan jalan menuju desa sendang kec.ngrayun.foto2 yang pernah saya kumpulkan dibawah ini memperlihatkan betapa parahnya jalan utama menuju desa sendang yang juga jalur alternatif ke desa Wonodadi dan Kab.Trenggalek,

dan sekarang Alhamdulillah sebagian besar  sudah ter aspal,dan sedikit mengurangi resiko perjalanan saat musim hujan tiba.tapi warga sekitar sedikit  menyayangkan bahwa pengaspalan terlalu tipis hingga batu dasaran nampak menonjol,kini tinggal sekitar 6 KM yang belum teraspal yang merupakan wilayah hutan desa Ngrayun..

maaf untuk sementara anne istirahat ngeblog..

jalan menuju sendang
maaf gambarnya ada sedikit noisenya
yo maklum ne pengambilanya sekitar jam setengah enam sore
jadi kondisi jalan agak gelap..

sedikit dari banyak
from ngrayun to sendang
j1

j2

j3

j4

j5

j6

j7

j8

j10

ya
seperti inilah jalan utama yang menuju desa sendang,kec ngrayun ponorogo
ini mungkin hanya sebagian kecil dari kondisi sekarang yang belum terambil gambarnya.
tanggung jawab siapakah ini…???????????????

NUSA DUA, Indonesia memiliki cadangan karbon gambut nasional sebanyak 34 gigaton dan terbanyak di Provinsi Riau dan Pulau Kalimantan. Demikian dikatakan Peneliti Senior Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR), Daniel Murdiyarso. (lagi…)

BANGALORE, RABU – Ambisi India untuk menaklukkan ruang angkasa semakin membara setelah peluncuran wahana ke Bulan pertamanya sukses. Setelah meluncurkan Chandrayaan-1, kini tim dari Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) sedang mengembangkan sebuah wahana untuk mendekati Matahari. (lagi…)

JAKARTA, SENIN – Sejumlah ilmuwan dari berbagai institusi keilmuan sepakat untuk menyiapkan definisi baru bagi standar satuan kilogram. Para ilmuwan berharap dapat menetapkan standar berdasarkan konstanta universal daripada sebuah benda semata. (lagi…)

Planet Termuda Berusia 1600 TahunJAKARTA, Para astronom Inggris menemukan sebuah planet yang berusia sangat muda, kurang dari 2000 tahun. Planet asing yang berada di luar tata surya kita tersebut merupakan planet termuda di antara jajaran planet yang sudah diketahui saat ini. (lagi…)

Astronom Temukan Tata Surya Baru dengan Dua PlanetWASHINGTON, JUMAT – Sebuah bintang seukuran Matahari yang terletak triliunan kilometer dari Bumi dikelilingi dua buah planet. Temuan ini semakin menguatkan anggapan bahwa sistem planet-planet yang mirip tata surya kita banyak tersebar di alam semesta. (lagi…)

Selama 51 tahun aktivitas manusia di luar angkasa, hasilnya adalah sekitar 18.000 obyek yang kini mengorbit Bumi. Jumlah itu cenderung meningkat dari waktu ke waktu sehingga risiko tabrakan antarobyek di luar angkasa kian tinggi.

Yang terkini, dan baru pertama kali terjadi, adalah tabrakan dua satelit besar milik AS dan Rusia sekitar 790 kilometer di atas Siberia, Rusia. Puing akibat tabrakan itu menambah jumlah sampah di luar angkasa.

Berdasarkan laporan Space Security Index tahun 2008, sebelum tabrakan dua satelit itu terjadi, ada lebih dari 300.000 obyek di sekeliling Bumi yang berdiameter 1-10 sentimeter dan ada miliaran obyek yang lebih kecil. Obyek-obyek itu bergerak dengan kecepatan mencapai ribuan kilometer per jam sehingga kepingan paling kecil pun bisa menyebabkan kerusakan besar saat menabrak obyek lain.

Sekitar 6.000 satelit telah dikirim ke luar angkasa sejak Uni Soviet meluncurkan pengorbit buatan manusia pertama, Sputnik 1, tahun 1957. Menurut STRATCOM, sekitar 800 satelit masih tetap beroperasi. Adapun NASA World Book menyebutkan ada sekitar 3.000 satelit yang berfungsi.

Tabrakan antara satelit komunikasi Iridium milik perusahaan di AS dan satelit militer milik Rusia kian menegaskan pentingnya pemantauan obyek luar angkasa. Tabrakan itu juga menunjukkan masih ada gap yang signifikan dalam sistem yang ada sekarang ini.

Sulit diprediksi

Pejabat Rusia dan AS saling menyalahkan soal tabrakan satelit itu. Ahli luar angkasa Rusia menuding Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) gagal memberi peringatan sebelum tabrakan.

”Saya tidak mengerti mengapa para ahli NASA gagal mencegah tabrakan. Bisa saja ada kegagalan komputer atau kesalahan manusia. Bisa juga karena mereka hanya memerhatikan puing kecil-kecil dan mengabaikan satelit mati,” kata Igor Lisov, ahli luar angkasa asal Rusia.

Namun, NASA mengatakan, Rusia menuding lembaga yang salah. Pemilik satelit Iridium, Iridium Holdings LLC, juga menyatakan satelit mereka berada di tempat seharusnya dan berfungsi dengan baik.

Baik AS maupun Rusia memiliki jaringan stasiun pelacak untuk memonitor obyek luar angkasa. AS mengoperasikan 25 pusat pengawasan luar angkasa di seluruh dunia, salah satunya RAF Fylingdales di Inggris. Rusia memiliki fasilitas pengawasan mencakup sistem pelacak optik Okno di Tajikistan, radar jarak jauh Krona, dan pusat pelacak optik di Storozhevaya di barat Rusia. China dan Badan Luar Angkasa Eropa (Esa) tengah mengembangkan sistem mereka sendiri.

”Sayang sekali kami tidak bisa memprediksi semua tabrakan sepanjang waktu,” kata Manajer Program Puing Pengorbit NASA Nicholas Johnson.

Puing-puing tabrakan itu mengancam obyek lain di luar angkasa. Walaupun para ahli menyatakan bahwa Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tidak berisiko terkena imbas tabrakan, ancaman terhadap obyek luar angkasa lain, seperti Teleskop Luar Angkasa Hubble dan satelit observasi Bumi, lebih besar. Obyek-obyek itu mengorbit Bumi di ketinggian 707 kilometer, tidak jauh dari orbit tabrakan kedua satelit.

”Ada cukup banyak satelit di dekat orbit tabrakan. Sebanyak 65 satelit Iridium lain menghadapi risiko paling serius. Pecahan satelit bisa memicu rangkaian tabrakan,” ujar Lisov.

Para ahli luar angkasa akan bertemu di Vienna, Austria, pekan depan, mencoba menemukan cara mencegah tabrakan di luar angkasa.

sumber : kompas

BANGALORE, Roket buatan India berhasil menempatkan sebuah satelit mata-mata ke orbit Bumi pada peluncuran Senin (20/4). Satelit yang dipesan khusus dari Israel itu akan dipakai untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya dari ancaman keamanan.

Kehebatan satelit tersebut dapat melihat daratan meski terhalang awan dan cuaca buruk. Satelit tersebut juga dapat memata-matai sepanjang siang dan malam.

Satelit yang diberi nama RISAT-2 ini diluncurkan menggunakan roket jenis polar satellite launch vehicle (PSLV) C-12 dari pusat peluncurannya di Sriharikota, Andra Pradesh, India bagian selatan pada pukul 06.45 waktu setempat.

“Ia telah sukses menempatkan diri di orbit 20 menit sejak peluncuran pagi ini,” ujar G Padmanabhan, ilmuwan Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) seperti dilansir AFP.

Peluncuran satelit tersebut dipercepat setelah insiden mematikan di Kota Mumbai pada 26-29 November 2008. Satelit tersebut tidak hanya untuk memantau pergerakan militan dari Pakistan yang dinilai India bertanggung jawab terhadap sejumlah serangan di negara tersebut. Dengan adanya satelit tersebut, India juga dapat mendeteksi adanya serangan roket dari luar.

sumber : kompas

Halaman Berikutnya »